Weekly post

  • “MUKJIZAT MATEMATIKA” DALAM AL QUR’AN

    bagian dari karakteristik ajaib dari Al-Qur’an yang kita telah melihatnya ke sejauh ini, juga berisi apa yang bisa kita sebut ” mukjizat matematika . ” Ada banyak contoh dari aspek Al-Qur’an yang menarik ini . Salah satu contoh dari hal ini adalah jumlah pengulangan kata-kata tertentu dalam Al-Qur’an . Beberapa kata yang terkait mengejutkan diulang jumlahnya yang sama beberapa kali .

    Di bawah ini adalah daftar kata-kata tersebut dan jumlah pengulangan dalam Al-Qur’an .

    1 – Pernyataan ” tujuh langit ” diulang tujuh kali . ” The penciptaan langit ( khalq as- samawat ) ” juga diulang tujuh kali .
    2 – ” Day ( yawm ) ” diulang 365 kali dalam bentuk tunggal , sedangkan bentuk jamak dan dual ” hari ( Ayyam dan yawmayn ) ” bersama-sama diulang 30 kali . Jumlah pengulangan kata ” bulan ” ( Hasahar ) adalah 12 .
    3 – Jumlah pengulangan kata-kata ” tanaman” dan ” pohon ” adalah sama : 26
    4 – Kata ” pembayaran atau imbalan ” diulang 117 kali , sedangkan istilah ” pengampunan ” ( mughfirah ) , yang merupakan salah satu moral dasar Al-Qur’an , diulang persis dua kali jumlah itu, 234 kali .
    5 – Ketika kita menghitung kata ” Katakanlah , ” kita menemukan muncul 332 kali . Kami sampai pada angka yang sama ketika kita menghitung frase ” kata mereka . “
    6 – Jumlah kali kata-kata , ” dunia ” ( dunya ) dan ” akhirat ” ( akhirat ) yang berulang juga sama : 115
    7 – Kata ” setan ” ( setan ) yang digunakan dalam Al Qur’an 88 kali , seperti kata ” malaikat ” ( malaika ) .
    8 – Iman kata ( iman ) ( tanpa genitive ) diulang 25 kali di seluruh Qur’an seperti juga perselingkuhan kata ( kufur ) .
    9 – Kata-kata ” surga ” dan ” neraka ” masing-masing diulang 77 kali .
    10 – Kata ” zakat ” diulang dalam Al Qur’an 32 kali dan jumlah pengulangan kata ” berkah ” ( berkah ) juga 32 .
    11 – Ungkapan ” orang benar ” ( al- Abraar ) digunakan 6 kali tapi ” orang fasik ” ​​( al- fujjaar ) digunakan setengah banyak , yakni 3 kali .
    12 – Jumlah kali kata-kata “Musim panas – panas ” dan ” dingin – dingin ” yang berulang adalah sama : 5 .
    13 – Kata-kata ” anggur ” ( khamr ) dan ” keracunan ” ( saqara ) diulang dalam Al-Qur’an jumlah yang sama kali : 6.
    14 – Jumlah penampilan dari kata ” pikiran ” dan ” light ” adalah sama : 49 .
    15 Kata-kata ” lidah ” dan ” khotbah ” keduanya diulang 25 kali .
    16 – Kata-kata ” manfaat ” dan ” korup ” keduanya muncul 50 kali .
    17 – ” Reward ” ( AJR ) dan “action ” ( gagal ) sama-sama diulang 107 kali .
    18 – ” Cinta ” ( al- mahabbah ) dan ” ketaatan ” ( al- ta’ah ) juga muncul jumlah yang sama kali : 83
    19 – Kata-kata ” perlindungan ” ( maseer ) dan ” selama-lamanya ” ( abadan ) muncul jumlah yang sama kali dalam Qur’an : 28 .
    20 – Kata-kata ” bencana ” ( al- musibah ) dan ” terima kasih ” ( al – syukurnya ) muncul jumlah yang sama kali dalam Qur’an : 75 .
    21 – ” Sun ” ( Syams ) dan ” light ” ( nur ) keduanya muncul 33 kali dalam Qur’an .
    Jumlah penampilan dari ” bimbingan yang benar ” ( al – huda ) dan ” belas kasihan ” ( al – rahma ) adalah sama : 79
    Kata-kata ” masalah ” dan ” perdamaian ” keduanya diulang 13 kali dalam Al Qur’an.
    Kata-kata ” man ” dan ” perempuan ” juga digunakan sama : 23 kali .
    Apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur’an ? Jika sudah dari selain Allah , mereka akan menemukan banyak inkonsistensi di dalamnya .
    ( Qur’an , 4:82 )
    Berapa kali kata-kata ” man ” dan ” wanita ” yang diulang dalam Al-Qur’an , 23 , adalah pada saat yang sama dari kromosom dari sel telur dan sperma dalam pembentukan embrio manusia . Total jumlah kromosom manusia adalah 46 , 23 masing-masing dari ibu dan ayah .
    ” Pengkhianatan ” ( khiyanah ) diulang 16 kali , sedangkan jumlah pengulangan kata ” busuk ” ( khabith ) adalah 16 .
    ” Manusia ” digunakan 65 kali : jumlah dari sejumlah referensi tahapan penciptaan manusia adalah sama : yaitu
    Manusia 65
    Tanah ( Turab ) 17
    Drop of Sperma ( nutfah ) 12
    Embrio ( ‘ alaq ) 6
    Setengah membentuk segumpal daging ( mudghah ) 3
    Tulang ( ‘ idham ) 15
    Daging ( lahm ) 12
    TOTAL 65
    Kata ” salawat ” muncul lima kali dalam Qur’an , dan Allah telah memerintahkan manusia untuk melakukan doa ( salat ) lima kali sehari .
    Kata ” tanah ” muncul 13 kali dalam Al-Qur’an dan kata ” laut ” 32 kali , memberikan total 45 referensi . Jika kita membagi jumlahnya dengan yang dari sejumlah referensi ke tanah kita sampai pada angka 28,888888888889 % . Jumlah total referensi darat dan laut , 45 , dibagi dengan jumlah referensi ke laut dalam Al Qur’an , 32 , adalah 71,111111111111 % . Luar biasa.

    Sumber : https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2013/12/09/mukjizat-matematika-dalam-al-quran/
  • MATEMATIKA DUNIA AKHIRAT DAHSYAT


    Matematika, susah atau mudah? Pasti banyak yang menjawab yang pertama. Sampai-sampai ada yang mengatakan matematika itu ‘makin tekun makin tidak karuan’. Hopeless sekali ya? Pelajaran sarat angka ini semacam jadi hantu bagi murid. Juga bagi guru. Bagi guru, bukan soal tidak bisa mengerjakan matematikanya, tetapi soal bagaimana agar bisa mengajarkan matematika secara menyenangkan sehingga muridnya pun senang dengan matematika.
    Hadirlah matematika dahsyat untuk para guru. Diperkenalkan oleh seorang yang tadinya ‘hanya’ guru tidak tetap, akhirnya matematika dikemas menjadi sebuah pengajaran yang menyenangkan, dan dari sini pula rezekinya mengalir deras.
    Master Fahrur namanya. Sang Master memang mengajarkan matematika dengan cara ringkas ala kursus. Tapi yang dia ajarkan rupanya memang masuk akal dan begitulah memang seharusnya matematika diajarkan. Yang penting masuk akal dulu, baru mengerjakannya akan mudah. Tidak hapalan. Matematika tidak lagi makin tekun makin tidak karuan, tetapi matematika menjadi makin tekun makin menyenangkan.
    Contoh saja misalnya tentang konversi jarak dari kilometer, dekameter, hingga millimeter. Biasanya pasti anda akan menggambar tangga dari atas hingga ke bawah kan? Lantas masing-masing tangga diberi kode ‘km’ hingga terbawah ‘mm’. Baru kemudian dihitung berapa ‘nol’ naik atau turunnya. Padahal, sekarang tidak lagi jamannya naik turun tangga. Sekarang sudah naik lift atau escalator. Hehe.. Lantas, bagaimana cara mengerjakan soal semacam tadi?
    Ringkas! Tarik saja sebuah garis lurus, beri titik untuk menandai tiap satuan jarak dari ‘km’ sampai ‘mm’. Lantas, tinggal bubuhkan saja satuan yang ditanyakan untuk ditulis di tiap kode tadi. Bila ada puluhan atau ratusan, maka tinggal dibubuhkan saja di samping kirinya. Ketemulah jawabannya:
    Misalnya, 125 kilometer berapa meter? Angka 5 dibubuhkan di bawah kode ‘km’, angka 1 dan 2 dibubuhkan di samping kiri angka 5 di luar kode ‘km’. Selebihnyadiberi angka 0 di bawah kode ‘hm’, ‘dam’, dan ‘m’. Ketemulah 125000 m. Seketika itu pula, matematika terasa tidak lagi perlu dipikir. Matematika menjadi ringkas, tak perlu pakai otak. Hehe..
    Sang Master pun membuka banyak rahasia matematika untuk mengerjakan perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, kuadrat, pangkat tiga, akar tiga, dan masih banyak trik matematika dahsyat lainnya. Begitulah matematika dasar yang dipakai untuk menghasilkan berbagai kreasi manusia hingga saat ini.
    Yang lebih menarik, bersama sang Master, tidak hanya matematika dunia sekolah yang dia share dengan kita semua. Yang berkali-kali ditekankan adalah soal bagaimana rezeki itu sebenarnya urusannya adalah matematika dengan Tuhan. Ada dua rumus matematika akhirat yang ia share. Duakunci itu simple saja: berbaktilah kepada orang tua (jika sudah mendahului kita, maka perbanyaklah doa untuk beliau-beliau) dan sedekah.
    Untuk segala urusan, dari jodoh hingga rezeki sampai pekerjaan maupun ikhtiar apapun, dua rumus matematika akhirat itu selalu dijalaninya.
    Minta maaflah kepada kedua orang tua kita. Bisa jadi rezeki atau cita-cita kita susah tergapai sebenarnya hanya karena kita belum pernah terbuka minta maaf kepada kedua orang tua kita. Kata sebuah hikmah, rezeki kita mampet bisa jadi karena kita masih bermasalah dengan orang tua kita yang belum ridha dengan ikhtiar kita. Maka, wajib untuk minta maaf sebagai anak dan ridha mereka betul-betul mewakili ridha Allah.
    Master Fahrur berbuat lebih. Ia ambil baskom, diisi air, ia basuh kaki ayahnya, dan akhirnya meminta ridha beliau agar sang anak direstui dan berhasil meraih cita-citanya. Seketika itu pula, sebulan kemudian, sangMaster pun bisa berangkat haji dan dibukakan pintu rezekinya sebagai trainer hebat di bidang matematika dan bahasa inggris dahsyat.
    Yang kunci lainnya adalah sedekah. Jika anda dapat rezeki, maka “terima kasih”-lah. “Terima” rezekinya, lantas harus langsung ‘kasih’ sebagian rezeki itu kepada orang lain, terutama dhuafa atau orang yang sakit atau yang memang membutuhkan. Dengan begitu Allah pun akan terus memberikan keberlimpahan untuk kita sesuai janji-Nya.
    Lengkaplah matematika dahsyat ini. Matematika untuk urusan dunia dapat, matematika untuk urusan akhirat pun juga dapat.
    Sumber : https://hanafiraisdotcom.wordpress.com/2013/09/14/matematika-dunia-akhirat-dahsyat/
  • INI DIA 5 RUMUS MATEMATIKA YANG HARMONIS DENGAN NILAI ISLAM

    Islam itu sebuah agama yang melingkupi semua aspek kehidupan. Karena itu, seluruh bidang ilmu pun semuanya terkait dengan nilai Islam. Ketika berbagai bidang ilmu tersebut menjadikan nilai Islam sebagai acuan dan landasannya, maka menjadi bernaslah ilmu tersebut, menjadi terurailah semua ilmu yang kusut, menjadi teranglah semua ilmu yang gelap serta menjadi bahagialah umat manusia karenanya.
    Allah Swt. telah  menjelaskan dalam Alquran, “Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Alquran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,” (QS Yusuf [12]: 111).
    Pada hakikatnya, menurut saya, semua ilmu adalah ilmu agama. Ilmu bahasa, ilmu politik, seni, semua ilmu eksak, geografi, kedokteran, sosiologi, tata negara, tata boga, tata busana dll semuanya tidak dapat dipisahkan dari Islam. Akhir-akhir ini, para ilmuwan yang menggeluti bidang eksak seperti fisika, kimia, biologi dan matematika menemukan ratusan bahkan ribuan fakta tentang teori-teori eksak yang memiliki sisi harmonis dengan nilai Islam atau bahkan secara langsung mewakili nilai-nilai Islam itu sendiri.
    Berikut ini saya akan paparkan rumus-rumus matematika yang merupakan cerminan dari nilai Islam yang disarikan dari berbagai macam sumber dan dari ngerumpi kecil sambil babacakan dengan beberapa matematikawan di lingkungan saya dan konsultasi dengan seorang kiai kharismatik, Ustaz Hafidin Al-Jalumprity. Berikut 5 uraiannya:
    1. Rumus Angka 1
    Angka 1 adalah sebuah angka yang sangat unik. Angka ini merupakan cikal bakal semua angka dalam matematika. Mari kita lihat, 0 = 1-1, 1 = 1+0, 2 = 1+1, 3 = 1+2, 4 = 1+3, 5 = 1+4, 6 = 1+5, 7 = 1+6, 8 = 1+7, 9 = 1+8. Angka ini terjadi begitu saja. Ia tidak berasal dari penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian angka berapa pun, namun angka 1 lah satu-satunya yang menciptakan semua angka.
    Angka satu sebenarnya cerminan dari sifat Allah Swt. Allah itu Esa, tunggal. Tidak berasal dari apa pun, tidak memiliki anak dan Dia tidak diperanakkan. Allah tidak diciptakan oleh siapa pun, tetapi Allah-lah pencipta segala sesuatu, pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Zat Allah merupakan asal muasal dari segala sesuatu. Angka 1 sejatinya adalah salah satu perwakilan Allah di alam semesta.
    2. Rumus Perkalian Plus (+) dan Minus (-)
    Rumus perkalian plus minus ini sungguh sangat menakjubkan bagi saya. Betapa tidak, ternyata rumus ini mewakili sebuah doa yang sering kita ucapkan dalam salat kita sehari-hari, kita meminta agar Allah menunjukkan kepada kita bahwa yang benar itu benar, dan yang salah adalah  salah. Rumusnya seperti berikut ini:
    A. + X – = –
    B. – X +   = –
    C. + X +  = +
    D. – X –    = +
    Maka apabila (+)  = benar atau kebenaran, sementara (-) = salah atau kesalahan, bisa kita simpulkan sebagaimana di bawah ini :
    A. Jika yang benar kita katakan salah, maka perbuatan kita salah.
    B. Jika yang salah kita katakan benar, maka perbuatan kita salah.
    C. Jika yang benar kita katakan benar, maka perbuatan kita benar.
    D. Jika yang salah kita katakan salah, maka perbuatan kita benar.
    Luar biasa sekali, bukan?
    3. Rumus Pembagian (Infak dan Sedekah)
    Allah Swt. berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai tumbuh 100 biji. Allah melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]: 261)
    Kita akan melihat rumus matematikanya:
    p/h = H  ATAU p/0 = ∞
    Catatan:
    • p = pemberian;
    • h = harapan;
    • H = Hasil;
    • 0 = nol harapan;
    • ∞ = tidak terhingga
    Misalnya seseorang memberikan sedekah sebesar 1 juta kepada kaum miskin dengan harapan balasan yang berbeda-beda, maka orang tersebut akan memperoleh balasan dari Allah dengan jumlah balasan yang berbeda-beda pula. Kisah ini dapat kita ilustrasikan sebagai berikut:
    1 juta/ 500.000 = 2
    1 juta/ 400.000 = 2.5
    1 juta/ 300.000 = 3.3
    1 juta/ 200.000 = 5
    1 juta/ 100.000 = 10
    1 juta/ 50.000   = 20
    1 juta/ 25.000   = 40
    1 juta/ 20.000   = 50
    1 juta/ 10.000   = 100
    1 juta/  5.000    = 200
    1 juta/ 2.500     = 400
    1 juta/ 1.000     = 1000
    1 juta/0            =  ∞
    Poin yang terakhir ini merupakan bukti tak terpatahkan dari penggalan ayat, “……Allah melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki…” Ini berarti pemberian yang ikhlas kepada yang membutuhkan besar maupun kecil, sedikit atau banyak tanpa mengharap imbalan apa pun kecuali rida Allah Swt. akan mendatangkan balasan tak terhingga dari-Nya.
    Balasan tidak terhingga itu bisa dalam bentuk apa saja, bisa berupa nominal uang, kesehatan diri dan keluarga, anak-anak yang saleh, sahabat-sahabat yang baik dan setia, tetangga yang baik, keluarga besar yang saling mendukung dan mengasihi, kemudahan dari setiap masalah, lingkungan kerja yang positif, kebahagiaan batin dan sebagainya.
    Kesimpulannya, keikhlasan dalam memberi berbanding lurus dengan hasil yang akan kita dapatkan di dunia dan di akhirat. Jika kita kemudian misalnya mendapati, karena ketidaktahuan kita, balasan Allah yang tidak terhingga itu kurang, maka yakinlah Allah akan memberikannya di akhirat, karena Allah zat yang tidak tidur dan Maha Teliti perhitungannya. Trust me buddy, it’s work!!
    4. Rumus Luas dan Keliling Lingkaran
    Flashback sebentar ke masa-masa di bangku sekolah menengah. Kita pernah mengenal rumus luas dan keliling lingkaran, yaitu :
    Luas  Lingkaran = π   x r²
    Keliling Lingkaran      = 2 x π x r     atau   =   π   x d
    Apabila,
    π (phi) = 3,14 atau 22/7
    r          = jari-jari
    d         = diameter
    Rumus lingkaran ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan rukun Islam yang ke lima yakni, haji, dan rukun haji yakni, tawaf. Perintah haji kita temukan dalam Alquran sedangkan perintah tawaf berasal dari hadis-hadis sahih. Bagaimanakah hubungan antara Islam dengan angka 22 dan angka 7?
    Para peminat matematika dan Alquran menemukan dalam penelitiannya bahwa ternyata surah haji merupakan surat ke 22 dan dalam ibadah haji kita diwajibkan tawaf mengelilingi kakbah sebanyak 7 kali putaran. Jadi rumus luas dan keliling lingkaran yang menerapkan angka 22/7 dalam operasinya, merupakan cerminan ibadah haji, dengan gerakan mengelilingi kakbah 7 kali putaran. For me, it’s marvelous!
    5. Rumus Diagram Venn
    Keterangan:
    S    : Orang Islam atau manusia secara umum
    M1 : Muttaqin (orang yang bertakwa)
    M2 : Muhsinin (dermawan)
    M3 : Muminin (orang beriman)
    M4 : Muslimin (Muslim)
    K   : Kafirin (kafir)
    Dari gambar diagram venn di atas dapat dijelaskan bahwa di mata Allah Swt. manusia dibagi ke dalam beberapa golongan sesuai dengan tingkat keimanannya, sebagaimana diurutkan di atas.
    Sumber : http://www.datdut.com/rumus-matematika/
  • PAHAMI DULU HAL INI, BARU BELAJAR MATEMATIKA


    Matematika adalah pelajaran yang selalu ada di setiap kurikulum, dari tingkat SD sampai SMA, bahkan hingga kuliah. Tidak hanya pada jurusan-jurusan sains dan teknologi saja, bahkan di jurusan-jurusan sosial pun ilmu matematika dipakai untuk menyelesaikan berbagai masalah kuantitatif.
    Di sisi lain, banyak orang merasa kesulitan belajar matematika. Mindset bahwa matematika itu momok sudah menyebar kemana-mana. Matematika harus diakui adalah sebuah pelajaran yang relatif sulit, namun apabila kita memahami prinsip-prinsipnya, maka kita akan bisa belajar matematika dengan baik.
    Karena matematika merupakan pelajaran yang unik, butuh skill unik juga untuk menaklukkannya. Kali ini, kami membahas tentang apa yang harus kita pahami untuk belajar matematika :



    1. Butuh active learning yang kuat

    Dalam belajar matematika, kamu sangat dibutuhkan untuk aktif. Matematika bukanlah sekedar pelajaran untuk menghitung sesuatu. Matematika adalah pelajaran yang melatih logika kita untuk problem solving. Berbeda dengan pelajaran lain, satu bab pelajaran matematika bisa meliputi berbagai macam masalah (soal) yang harus kita selesaikan. Caranya adalah dengan membiasakan otak kita untuk menyelesaikan soal-soal itu. Ini sama saja dengan menyelesaikan permasalahan hidup. Kita harus aktif melatih kemampuan kita menyelesaikan masalah, agar jika bertemu masalah apapun, kita bisa menyelesaikannya dengan baik.

    2. Matematika itu kumulatif!

    Matematika itu kumulatif. Mulai dari operasi dasar + dan - meningkat menjadi x dan : .Belajar matematika akan sulit jika kamu melompat-lompat, dari satu materi ke materi lainnya. Hampir semua cabang dari matematika berkaitan dan saling mempengaruhi. Dalam belajar matematika, apa yang kamu pelajari hari ini menjadi bagian penting dari apa yang akan kamu pelajari besok. Kalau kamu melewatkan sesuatu, kamu akan sulit catch up di materi berikutnya, dan kalau tidak segera dikejar, akan terus ketinggalan. Inilah sebabnya banyak orang yang dengan mudah gagal dalam belajar matematika.

    3. Fokus memahami konsep, bukan menghafal

    Di beberapa pelajaran, kita akan lulus dan mendapat nilai baik dengan mengandalkan hafalan. Kita bisa menghafal nama, tanggal, bagian tubuh, dll. Namun matematika tidak bisa diselesaikan dengan baik dengan mengandalkan hafalan. Menghafal semua rumus adalah ide buruk. Pemahaman konsep adalah suatu hal yang mutlak bagi kita dalam belajar matematika. Kalau tidak paham konsep, dengan memegang semua buku yang ada di dunia, atau membawa catatan rumus, kita tetap tidak akan bisa menyelesaikan masalah matematika dengan baik.

    4. Buat list vocabulary & formula matematika

    Bagi banyak orang, terutama matematikawan, matematika adalah suatu bahasa tersendiri. Matematika punya istilah-istilah yang begitu banyak, diikuti dengan rumus yang juga begitu banyaknya. Untuk memudahkan belajar matematika, salah satu trik yang bisa digunakan adalah dengan membuat list kosakata serta rumus yang ada di matematika, dan sering-seringlah dibaca untuk dipahami dan diingat makna dan gunanya apa.


    5. Lakukan pencatatan dengan baik & jelas

    Kalau kesulitan belajar matematika, membuat catatan dengan hanya poin-poin tertentu jelas cuma buang-buang waktu. Buatlah catatan yang komprehensif, catat hal-hal penting yang kadang tidak ditulis guru di papan tulis. Perhatikan penekanan-penekanan yang diberikan guru, ambil konsep inti dan rumus yang ada, buat dirimu paham dengan menuliskannya ulang dengan bahasamu sendiri. Namun hati-hati, jangan sampai kamu terlalu sibuk mencatat sampai terlewat penjelasan guru.


    6. Kerjakan Latihan & PR dengan baik

    Tugas latihan atau PR pasti akan sering diberikan dalam belajar matematika. Tugas-tugas itu diberikan untuk mendorong kita mengembangkan skill dan membiasakan diri dengan konsep dan penyelesaian masalah matematika. Kalau ingin menguasai matematika, berhentilah mengeluh atas banyaknya soal, dan mulai mengerjakan. Jangan mudah menyontek! Tipsnya adalah dengan mengerjakan tugas ini saat pelajaran masih segar dalam ingatan, misalnya langsung setelah kelas atau di hari yang sama. Kerjakan dengan detail, perlihatkan setiap langkah penyelesaian masalah yang kamu lakukan.
    Smart Buddies, to learn math is to experience it. Pahami konsepnya, selesaikan masalahnya, pakai semua metode dan rumus yang kalian tahu. Kuncinya adalah : Latihan, latihan, latihan!


    Sumber : https://blog.ruangguru.com/pahami-ini-sebelum-belajar-matematika
  • 5 MANFAAT PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MASA DEPAN

    Tidak sedikit siswa yang menyatakan bahwa dirinya ‘alergi’ dengan pelajaran matematika dan tidak mengetahui letak manfaat pelajaran matematika. Sebagian lainnya, bahkan menolak untuk benar-benar mencoba menyukainya. Alhasil, nilai pelajaran matematika acap kali menjadi momok di buku rapor siswa. Padahal, belajar matematika sesungguhnya membawa banyak manfaat dan keuntungan yang akan kamu rasakan kelak ketika menginjak dewasa dan menjalani kehidupan yang sesungguhnya.

    Mau tahu apa saja manfaat pelajaran matematika? Simak ulasan berikut, ya.

    1. Pola Pikir Sistematis

      Matematika adalah salah satu pelajaran yang membantu kamu berpikir secara sistematis. Hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan, baik dalam pekerjaan maupun keseharian.
      Melalui kebiasaan berhitung, berlatih deret, dan sejenisnya, secara tidak sadar kamu telah memaksa otak untuk terbiasa berpikir secara runut. Hal ini akan membuatmu mudah dalam mengorganisasi segala sesuatu. Kemampuan ini yang juga sangat mendukung untuk menjadi seorang pemimpin kelak ketika kamu dewasa.
    2. Logika Berpikir Lebih Berkembang

      Seluruh aspek dalam pelajaran matematika berbicara mengenai kemampuan berpikir logis. Tidak ada asumsi, praduga, atau tebak-tebakan. Semua harus dihasilkan melalui penghitungan yang tepat.
      Bahkan berdasarkan literasi yang ditulis oleh Johnson dan Rising (1972), matematika dibentuk atas dasar kebutuhan pembuktian yang logis. Pernyataan ini tentu semakin menguatkan posisi matematika sebagai media pembelajaran efektif agar kamu tumbuh menjadi orang yang anti-galau. Logika akan membantu menajamkan pola pikir, yang tentu membuat kamu mampu mengambil keputusan secara matang.
      Tentu kamu cukup peka melihat kondisi masyarakat sekarang yang mudah terbius informasi hoax, kan? Itu adalah satu dari contoh kemampuan berpikir logis yang rendah. Melakukan latihan soal matematika akan secara paralel melatih otak menggunakan logika berpikir secara optimal. Setidaknya, kamu akan menjadi generasi yang lebih banyak berpikir dengan logika sebelum bertindak.
    3. Terlatih Berhitung

      Siapa yang tidak membutuhkan kemampuan berhitung? Tidak ada, bukan? Semua orang butuh keterampilan berhitung. Bahkan dalam skala yang sangat sederhana seperti menghitung uang kembalian.
      Sayangnya, hal ini kurang disadari oleh sebagian siswa. Penggunaan angka yang sejatinya simbol untuk mengukur hasil, malah menjadi hal yang dihindari. Perlu dicamkan, kebutuhan berhitung memang tidak perlu ahli, namun setidaknya mampu melakukannya dengan tepat dan cepat. Apalagi, jika kelak kamu adalah seorang pebisnis. Tentu kamu tidak ingin salah menghitung keuntungan.
    4. Mampu Menarik Kesimpulan Secara Deduktif

      Matematika sering disebut juga sebagai ilmu yang bersifat deduktif. Artinya, matematika membantu seseorang dalam menarik kesimpulan berdasarkan pola yang umum. Hal ini akan membiasakan otak kita untuk berpikir secara objektif.
      Kemampuan berpikir objektif lagi-lagi adalah satu dari sekian banyak soft skill yang dicari oleh seluruh bidang kerja. Bukan cuma itu, dengan sering menyelesaikan latihan matematika berupa kasus logika, kamu pun akan terbiasa berpikir secara rasional.
    5. Menjadi Teliti, Cermat, dan Sabar

      Pelajaran matematika sarat akan soal-soal yang rumit dan panjang. Hal yang tentu membutuhkan kesabaran dalam menyelesaikannya. Terlebih jika salah satu langkah saja, maka bisa jadi kamu harus mengulang kembali proses menghitung dari awal.
      Tahukah kamu, seorang yang terbiasa menyelesaikan persoalan matematika yang rumit dapat berkembang menjadi seorang yang lebih teliti, cermat, serta sabar? Kondisi ini bisa lahir melalui pembiasaan dengan soal-soal matematika. Buktinya, profesi semacam analis, ilmuwan, atau akuntan, biasa dijalani oleh orang-orang yang teliti dalam menelaah data.
    Terlepas dari apapun cita-cita kamu, pelajaran matematika dapat membantumu untuk mencapainya. Karena inilah manfaat pelajaran matematika yang pada hakikatnya beririsan dengan beragam bidang kerja. Maka, mulailah mencintai pelajaran matematika, niscaya kamu akan menikmati saat mempelajarinya dan juga menggunakan manfaat pelajaran matematika di kehidupanmu.

    Sumber : https://www.educenter.id/5-manfaat-pelajaran-matematika-untuk-masa-depan/
  • JANGAN BENCI MATEMATIKA!


    Siapa yang menganggap matematika adalah musuh terbesar? Wah, salah banget tuh! Sepertinya enggak bisa diterusin pemikiran kayak gitu. Bukan hal yang lazim lagi kalau sebagian besar anak-anak sekolah benci matematika. Mereka menganggap mata pelajaran itu adalah bencana. Tapi, ternyata masih banyak lho anak-anak yang gemar dan mencintai matematika.

    Ada 30 anak SMA pecinta matematika bertarung dalam Casio High School Math Competition (CHAMPION) 2017 yang mengangkat tema “A Fun Mathematics Competition”. Kompetisi ini diadakan di BINUS Center dan bertujuan ingin mengajak anak-anak menyukai matematika serta mengubah pemikiran mereka bahwa matematika itu menyenangkan.

    Bagaimana sih caranya biar mencintai matematika kayak mereka?

    Jangan takut duluan
    Sebagian besar anak-anak yang enggak suka matematika ya karena mereka sudah takut duluan melihat soal-soalnya. Mereka enggak mau mencari jalan keluarnya sebelum berperang.
    “Sebaiknya jangan takut dulu, matematika itu challenging sebenarnya, mengasyikkan,” kata Farras, sang juara 3.

    Matematika itu objektif, jangan dibenci!
    Kalau menurut Nadine, salah satu peserta yang berasal dari SMA Tunas Bangsa Greenville, matematika itu objektif, ilmu pasti. Sesulit apa pun jalannya, pasti ketemujawabannya.
    Jadi, matematika itu enggak pantes buat dibenci karena itu salah satu mata pelajaran yang menyenangkan.

    Jangan gampang nyerah
    Biasanya anak-anak kalau melihat soal-soal matematika itu sukanya menyerah di tengah jalan. Duh, bukan anak Indonesia banget nih kalau gampang nyerah!

    Matematika memang rumit, tapi enggak salah kan kalau mencoba?
    Matematika memang enggak gampang buat ditaklukin. Perlu ketelitian dan kesabaran yang besar. Tapi, jangan takut buat mencoba.
    “Serumit apapun matematika, pasti ada kok jalan keluarnya. Jadi jangan malas duluan ya,” kata Bryan, peserta yang juga mengikuti CHAMPION.

    Jadi, kamu masih mau membenci matematika? Jangan deh! Coba diterapin ya, tips dari anak-anak yang berprestasi ini!

    Sumber : http://cewekbanget.grid.id/read/06870730/jangan-benci-matematika-ini-4-tips-dari-peserta-champion-biar-cinta-matematika?page=all
  • TUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    A. Hakikat Matematika
    Banyak ahli yang mengartikan pengertian matematika baik secara umum maupun secara khusus. Herman Hudojo menyatakan bahwa: “Matematika merupaka ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol itu tersusun secara hirarkis dan penalarannya dedukti, sehingga belajar matematika itu merupakan kegiatan mental yang tinggi”. Sedangkan James dalam kamus matematkanya menyatakan bahwa “Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep berhubungan lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi  ke dalam tiga bidang, yaitu aljaar, analisis dan goemetri.”
    Paling dalam Mulyono Abdurahman mengemukakan bahwa matematika adalah suatu ara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia; suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang betuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung, dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.
    Matematika dikenal sebagai ilmu dedukatif, karena setiap metode yang digunakan dalam mencari kebenaran adalah dengan menggunakan metode deduktif, sedang dalam ilmu alam menggunakan metode induktif atau eksprimen. Namun dalam matematika mencari kebenaran itu bisa dimulai dengan cara deduktif, tapi seterusnya yang benar untuk semua keadaan hars bisa dibuktikan secara deduktif, karena dalam matematika sifat, teori/dalil belum dapat diterima kebenarannya sebelum dapat dibuktikan secara deduktif.
    Matematika mempelajari tentang keteraturan, tentang struktur yang terorganisasikan, konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkis, berstruktur dan sistematika, mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep paling kompleks.
    Dalam matematika objek dasar yang dipelajari adalah abtrak, sehingg disebut objek mental, objek itu merupakan objek pikiran. Objek dasar itu meliputi:
    1. Konsep, merupakan suatu ide abstrak yang digunakan untuk menggolongkan sekumpulan obejk. Misalnya, segitiga merupakan nama suatu konsep abstrak. Dalam matematika terdapat suatu konsep yang penting yaitu “fungsi”, “variabel”, dan “konstanta”. Konsep berhubungan erat dengan definisi, definisi adalah ungkapan suatu konsep, dengan adanya definisi ornag dapat membuat ilustrasi atau gambar atau lambing dari konsep yang dimaksud.
    2. Prinsip, merupakan objek matematika yang komplek. Prinsip dapat terdiri atas beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi/operasi, dengan kata lain prinsip adalah hubungan antara berbagai objek dasar matematika. Prisip dapat berupa aksioma, teorema dan sifat.
    3. Operasi, merupakan pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika lainnya, seperti penjumlahan, perkalian, gabungan, irisan. Dalam matematika dikenal macam-macam operasi yaitu operasi unair, biner, dan terner tergantungd ari banyaknya elemen yang dioperasikan. Penjumlahan adalah operasi biner karena elemen yang dioperasikan ada dua, tetapi tambahan bilangan adalah merupakan operasi unair karena elemen yang dipoerasika hanya satu.
    1. B. Tujuan Pengajaran Matematika
    Dalam kegiatan belajar mengajar, dikenal adanya tujuan pengajaran, atau yang sudah umum dikenal dengan tujuan instruksional. Bahkan ada juga yang meyebutnya pembelajaran.
    Pengajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas menghajar menyangkut peranan guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara belajar dan mengajar. Jalinan komunikasi ini menjadi indikator suatu aktivitas atau proses pengajaran yang berlangsung dengan baik.
    Dengan demikian tujuan pengajaran adalah tujuan dari suatu proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
    Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang pesat baik meteri maupun kegunaannya. Mata pelajaran matematika verfungsi melambnagan kemampuan komunikasi dengan menggambarkan bilangan-bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat memberi kejelasan dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
    Adapun tujuan dari pengajaran matematika adalah:
    1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dan pola piker dalam kehidupan dan dunia selalu berkembang, dan
    2. Mempersipakn siswa meggunakan matematika dan pola piker matematika dalam kehidupan sehari dan dalam mepelajari berbagai ilmu pengetahuan.[5]
    Dari uraian di atas jelas bahwa kehidupan I dunia ini akan terus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/ oleh karena itu siswa harus memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, kratif dan kemamuan bekerja sama yang efektif. Dengan demikian, maka seorang guru harus terus mengikuti perkembangan matematika dan selalu berusaha ahar kreatif dalam pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat membawa siswa ke arah yang diinginkan.
    Namun secara khusus tujuan kurikuler pengajaran matematika di Madrasah Aliyah yang desebutkan dalam kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:
    1. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menerik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksprimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan ekonsisten.
    2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, mebuat predeksi serta mencoba-coba.
    3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
    4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan ngrafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan.
    Melatih cara berfikir dan bernalar dalam pembelajaran matematika sangatlah penting. Hal ini sejalan dnega pendapat Soedjadi bahwa “salah satu karakteristik matematika adalah berpola piker deduktif yang merupakan salah satu tujuan yang bersifat formal, yang memberi tekanan kepada penataan nalar.” Meskipun pola pikir ini penting, namun dalam pembelajaran matematika terutama pada jenjang SD dan SLTP masih diperlukan pola pikir deduktif, sedangkan jenjang sekolah menengag penggunaan pola pikir induktif dalam penyajian suatu topic sudah semakn dikurangi. Di samping cara berpikir, dalam proses pembelajaran siswa juga dilatih untuk mengembagkan kreatifitasnya melalui imajinasi dan intuisi. Setiap siswa punya kemampuan yang berbeda-beda dalam memandang suatu permasalahn yang dikembangkan, inilah yang disebut dengan pemikiran divergen yang perlu terus dikembangkan.
    Berdasrkan penjelasan tujuan pengajaran di atas dapat dimengerti bahwa matematika itu bukan saja dituntut sekedar menghitung, tetapi siswa juga dituntut agar lebih mampu menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini. Masalah itu baik mengenai matematika itu sendiri maupun masalah dalam lmu lain, serta dituntut suatu disiplin ilmu yang sangat tinggi, sehingga apabila telah memahami konsep matematika secara mendasar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sumber : https://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/06/14/tujuan-pembelajaran-matematika/
  • PENTINGNYA PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Pendidikan matematika mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar dalam kehidupan kita. Dimana dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan pendidikan matematika selalu dipelajari di sekolah. Tidak hanya itu, pada kehidupan sehari-hari pun secara tidak langsung kita telah mempelajari matematika. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu jual beli yang sering kita lakukan entah itu di pasar, toko, supermarket bahkan di Mall-mall. Itu hanyalah salah satu contoh pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya. Mungkin sampai sekarang ada yang masih kurang mengerti apa sih matematika itu? Seberapa pentingnya sih pembelajaran matematika buat kita?
    Matematika itu sendiri berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Istilah ”matematika” (dari yunani: mathematikos ialah ilmu pasti, dari kata mathema atau mathesis yang berarti ajaran, pengetahuan, atau ilmu pengetahuan).
    Pengertian matematika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh tim penyusun kamus Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa disebutkan bahwa Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Russefendi (1997 : 73-74) menyatakan “Matematika adalah ilmu deduktif, bahasa seni, ratunya ilmu, ilmu tentang struktur yang terorganisasikan dan ilmu tentang pola dan hubungannya”.
    Menurut Johnson danMyklebust (1967 : 244), matematika adalah simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspreksikan hubungan kuantitatif dan keruangan yaitu menunjukkan kemampuan startegi dalam merumuskan, menafsirkan dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah, sedangkan fungsi teoritisnya untuk memudahkan berpikir. Dalam hal ini menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari mengkomunikasikan gagasan dengan symbol table grafik atau diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah. Masih banyak sekali tokoh-tokoh yang mendefinisikan tentang definisi matematika selain yang di jabarkan disini akan tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat diantara para matematikawan tentang definisi matematika.
    Pada masa lalu dan mungkin sampai sekarang, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa matematika dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan seseorang. Menurut mereka, jika seorang siswa berhasil mempelajari matematika dengan baik maka ia di prediksiakan berhasil juga mempelajari mata pelajaran lain. Begitu juga sebaliknya, seorang anak yang kesulitan mempelajari matematika akan kesulitan juga mempelajari mata pelajaran lain.
    Pendidikan matematika di Indonesia, belum pernah memberikan hal yang menggembirakan baik untuk skala nasional mau pun internasional. Indonesia masih jauh tertinggal oleh negara-negara lain walaupun di kancah Internasional secara individu siswa di Indonesia ada yang berprestasi namun hal itu bukan merupakan potret dari pendidikan di Indonesia. Para guru matematika di Indonesia berharap agar mata pelajaran matematika dapat lebih baik lagi.Kejadian yang sering kita temui di dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematikasangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa di dalam proses belajar mengajar dan kurangnya keterampilan guru dalam memberikan materi pembelajaran.
    Sekarang sudah bukan zamannya lagi pelajaran matematika menjadi pelajaran yang menakutkan bagi siswa di sekolah. Selama ini matematika dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan kurang mengasyikan, hanya berisi rumus-rumus, seolah mengawang jauh dan tidak bersinggungan dengan realitas kehidupan siswa.Namun ternyata pernyataan itu salah, karena matematika sangat dekat dengan kehidupan kita.
    “Mathematics is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci kearah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warga negara, matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.
    Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan matematika (power of mathematics) dan tentunya menumbuh kembangkan kemampuan learning to learn. Tentunya kemampuan bernalar yang dipunyai anak didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula kesiapannya untuk menjadi lifetime learner atau pemelajar sepanjang hayat. Dengan matematika ilmu mengalami perkembangan dari kualitatif ke kuantitatif, sehingga peran matematika sangat penting dalam perkembangan berbagai ilmu pengetahuan, karena matematika merupakan ilmu deduktif.
    Sekarang kita sudah tahukan apa itu matematika dan seberapa pentingnya buat kita. Nah harapan saya untuk dunia pendidikan diIndonesia saat ini adalah semoga pendidikan di Indonesia mampu dirasakan dan dinikmati oleh semua orang entah itu dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Semoga Pemerintah Indonesia juga mampu menyediakan fasilitas yang baik untuk dunia pendidikan sehingga anak-anak yang tinggal di pelosok-pelosok daerah bias merasakan fasilitas pendidikan yang setara dengan anak-anak yang tinggal di kota-kota besar karena semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Selain itu semoga pendidikan matematika Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara luar yang telah sukses dalam berbagai olimpiade internasional.

    Sumber : https://www.kompasiana.com/unung/552a0a0e6ea834f94a552da9/pentingnya-pendidikan-matematika
  • "LOVE" IN MATH



    Muhammad bin Musa Al Khawarizmi adalah ilmuwan matematika penemu bilangan nol. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar tahun 780. Karenanya ia dikenal sebagai Al Khawarizmi.


    Al Khawarizmi juga disebut sebagai Bapak Matematika atau Bapak Aljabar. Sebab, aljabar yang hingga kini digunakan berasal dari bukunya, Al-Jabar. Buku karyanya itu membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Selain ahli matematika, Al Khawarizmi juga ahli astronomi dan astrologi.


    Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya:

    “Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
    Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
    Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
    Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
    Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. 

    Jadi nilainya 1000

    Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.

    Berarapun 0 dihimpun, ia tetap 0”

    Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.


    Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekedar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.

     
    Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadits Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan pun memenuhi kehidupan pernikahan.

     
    Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.

     
    Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi anak-anaknya nanti.

    Maka jika engkau bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi istri, sesuai rumus Al Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama carilah wanita shalihah barulah engkau perhitungkan kelebihan-kelebihan lainnya.

    [Sumber: keluargacinta.com]
  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    MATH MATCH Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan