Weekly post

  • Minggu, 16 Desember 2018


    Matematika, susah atau mudah? Pasti banyak yang menjawab yang pertama. Sampai-sampai ada yang mengatakan matematika itu ‘makin tekun makin tidak karuan’. Hopeless sekali ya? Pelajaran sarat angka ini semacam jadi hantu bagi murid. Juga bagi guru. Bagi guru, bukan soal tidak bisa mengerjakan matematikanya, tetapi soal bagaimana agar bisa mengajarkan matematika secara menyenangkan sehingga muridnya pun senang dengan matematika.
    Hadirlah matematika dahsyat untuk para guru. Diperkenalkan oleh seorang yang tadinya ‘hanya’ guru tidak tetap, akhirnya matematika dikemas menjadi sebuah pengajaran yang menyenangkan, dan dari sini pula rezekinya mengalir deras.
    Master Fahrur namanya. Sang Master memang mengajarkan matematika dengan cara ringkas ala kursus. Tapi yang dia ajarkan rupanya memang masuk akal dan begitulah memang seharusnya matematika diajarkan. Yang penting masuk akal dulu, baru mengerjakannya akan mudah. Tidak hapalan. Matematika tidak lagi makin tekun makin tidak karuan, tetapi matematika menjadi makin tekun makin menyenangkan.
    Contoh saja misalnya tentang konversi jarak dari kilometer, dekameter, hingga millimeter. Biasanya pasti anda akan menggambar tangga dari atas hingga ke bawah kan? Lantas masing-masing tangga diberi kode ‘km’ hingga terbawah ‘mm’. Baru kemudian dihitung berapa ‘nol’ naik atau turunnya. Padahal, sekarang tidak lagi jamannya naik turun tangga. Sekarang sudah naik lift atau escalator. Hehe.. Lantas, bagaimana cara mengerjakan soal semacam tadi?
    Ringkas! Tarik saja sebuah garis lurus, beri titik untuk menandai tiap satuan jarak dari ‘km’ sampai ‘mm’. Lantas, tinggal bubuhkan saja satuan yang ditanyakan untuk ditulis di tiap kode tadi. Bila ada puluhan atau ratusan, maka tinggal dibubuhkan saja di samping kirinya. Ketemulah jawabannya:
    Misalnya, 125 kilometer berapa meter? Angka 5 dibubuhkan di bawah kode ‘km’, angka 1 dan 2 dibubuhkan di samping kiri angka 5 di luar kode ‘km’. Selebihnyadiberi angka 0 di bawah kode ‘hm’, ‘dam’, dan ‘m’. Ketemulah 125000 m. Seketika itu pula, matematika terasa tidak lagi perlu dipikir. Matematika menjadi ringkas, tak perlu pakai otak. Hehe..
    Sang Master pun membuka banyak rahasia matematika untuk mengerjakan perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, kuadrat, pangkat tiga, akar tiga, dan masih banyak trik matematika dahsyat lainnya. Begitulah matematika dasar yang dipakai untuk menghasilkan berbagai kreasi manusia hingga saat ini.
    Yang lebih menarik, bersama sang Master, tidak hanya matematika dunia sekolah yang dia share dengan kita semua. Yang berkali-kali ditekankan adalah soal bagaimana rezeki itu sebenarnya urusannya adalah matematika dengan Tuhan. Ada dua rumus matematika akhirat yang ia share. Duakunci itu simple saja: berbaktilah kepada orang tua (jika sudah mendahului kita, maka perbanyaklah doa untuk beliau-beliau) dan sedekah.
    Untuk segala urusan, dari jodoh hingga rezeki sampai pekerjaan maupun ikhtiar apapun, dua rumus matematika akhirat itu selalu dijalaninya.
    Minta maaflah kepada kedua orang tua kita. Bisa jadi rezeki atau cita-cita kita susah tergapai sebenarnya hanya karena kita belum pernah terbuka minta maaf kepada kedua orang tua kita. Kata sebuah hikmah, rezeki kita mampet bisa jadi karena kita masih bermasalah dengan orang tua kita yang belum ridha dengan ikhtiar kita. Maka, wajib untuk minta maaf sebagai anak dan ridha mereka betul-betul mewakili ridha Allah.
    Master Fahrur berbuat lebih. Ia ambil baskom, diisi air, ia basuh kaki ayahnya, dan akhirnya meminta ridha beliau agar sang anak direstui dan berhasil meraih cita-citanya. Seketika itu pula, sebulan kemudian, sangMaster pun bisa berangkat haji dan dibukakan pintu rezekinya sebagai trainer hebat di bidang matematika dan bahasa inggris dahsyat.
    Yang kunci lainnya adalah sedekah. Jika anda dapat rezeki, maka “terima kasih”-lah. “Terima” rezekinya, lantas harus langsung ‘kasih’ sebagian rezeki itu kepada orang lain, terutama dhuafa atau orang yang sakit atau yang memang membutuhkan. Dengan begitu Allah pun akan terus memberikan keberlimpahan untuk kita sesuai janji-Nya.
    Lengkaplah matematika dahsyat ini. Matematika untuk urusan dunia dapat, matematika untuk urusan akhirat pun juga dapat.
    Sumber : https://hanafiraisdotcom.wordpress.com/2013/09/14/matematika-dunia-akhirat-dahsyat/

    { 1 komentar... read them below or add one }

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    MATH MATCH Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan